Perbedaan Bank Umum dengan BPR

Perbedaan Bank Umum dengan BPR

Pada tahun 1988 Bank Perkreditan Rakyat atau BPR dikukuhkan di Indonesia. Sejak itulah Bank Perkreditan Rakyat tumbuh subur hingga kini. Lantas, apa perbedaan bank umum dengan Bank Perkreditan Rakyat? 

Kegiatan Usaha Bank Umum dan BPR

Bank umum merupakan lembaga keuangan yang dapat melakukan berbagai aktivitas terkait keuangan. Jika dibandingkan dengan Bank Perkreditan Rakyat, bank umum memiliki lebih banyak kegiatan. Salah satu kegiatan usaha dari bank umum yakni menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan berupa deposito berjangka, giro dan lain sebagainya. 

Sementara itu bank perkreditan memiliki kegiatan yang lebih sempit, tidak seluas bank umum. Kegiatan usaha bank perkreditan antara lain:

  1. Menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan deposito berjangka, tabungan dan berbagai bentuk simpanan lainnya. 
  2. Memberikan kredit kepada nasabah.
  3. Menyediakan pembiayaan dan penempatan dana dengan Prinsip Syariah sesuai ketentuan oleh Bank Indonesia. 
  4. Menempatkan suatu  dana dalam bentuk sertifikat deposito, Sertifikat Bank Indonesia, serta tabungan dari bank lain. 

Usaha yang Dicekal BPR

Kegiatan usaha berikut ini dilarang pada Bank Perkreditan Rakyat, namun dapat dilakukan oleh bank umum. 

  1. Menerima nasabah dengan simpanan berupa giro;
  2. Melakukan usaha asuransi;
  3. Melakukan usaha dalam valuta asing;
  4. Melakukan penyertaan modal dengan prudent banking dan concern untuk layanan kebutuhan masyarakat menengah ke bawah; dan
  5. Melakukan usaha lain di luar kegiatan usaha BPR. 

Alokasi Kredit BPR

Ketika mengalokasikan kredit Bank Perkreditan Rakyat harus memperhatikan beberapa hal, yakni:

  1. Pemberian kredit kepada nasabah harus berdasarkan keyakinan kemampuan dan kesanggupan debitur guna melunasi utangnya sesuai perjanjian. 
  2. Pemberian kredit juga wajib memenuhi ketentuan Bank Indonesia terkait batas maksimum pemberian kredit, memberikan jaminan dan hal lainnya. Batas maksimum yang diatur yakni tidak melebihi 30% dari modal yang sesuai ketentuan Bank Indonesia. 
  3. Bank Perkreditan Rakyat wajib memenuhi ketentuan Bank Indonesia terkait batas maksimum pemberian kredit dan hal serupa lainnya yakni 10% atau lebih dari modal disetor. 

Jangkauan Nasabah Lebih Sempit

Bank umum telah dikenal memiliki jangkauan luas hingga internasional. Berbeda dengan nasabah Bank Perkreditan Rakyat yang terbatas pada tingkat provinsi. Hal ini sesuai dengan fungsi bank tersebut yakni melayani nasabah dengan kebutuhan yang sederhana. Selain itu bank kredit tersebut lebih gesit untuk proses kreditnya karena keputusan yang ditunggu berada di satu wilayah. 

Struktur Kepemilikan BPR dengan Bank Umum

Bank Perkreditan Rakyat hanya dapat didirikan dan dimiliki oleh Warga Negara Indonesia, badan hukum Indonesia yang juga milik Warga Negara Indonesia maupun pemerintah daerah. Sementara bank umum dapat dimiliki oleh pihak asing. 

Demikianlah penjelasan singkat mengenai perbedaan bank umum dengan BPR. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *